twitter

Iklan Facebook Yang Aneh

Pernah melihat iklan disamping? Atau sejenisnya? Inti dari iklan tersebut sebenarnya mencari teman Facebook sebanyak-banyaknya, bahkan dimungkinkan sampai penuh kalo bisa. Awalnya saya memang merasa heran dengan iklan yang satu ini. Sebegitu niatnya cewek yang satu ini untuk mendapatkan banyak teman sampai rela mengeluarkan uang dari kantong untuk pasang iklan dia sendiri.

Kenyataannya tidak sesedarhana itu. Tujuan dasar dari pemasangan iklan tersebut lebih dari sekadar mencari kawan dunia maya.

Facebook.com di blokir? Apa yang dapat saya lakukan?

Seorang teman kampus saya mengeluh karena dikantor tempat dia magang tidak bisa mengakses sosial networking yang bernama Facebook. Saya hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan tersebut. Menurut saya itu pelik sekali. Bukannya mencari kerjaan yang sesuai agar diperhatikan lebih, malah mencari kerjaan kurang berguna agar tidak diperhatikan. Hal yang membuat saya heran adalah, hampir tiap hari dia bisa online, tapi tetap saja tidak tahu sama sekali bagaimana cara mengatasinya. Sayang sekali orang Informatika tidak dapat menyelesaikan kasus kecil seperti ini. Terlebih kasus yang dihadapi berhubungan langsung dengan bidangnya.

Di catatan kali ini saya sedikit memberikan trik dan alternatif agar permasalahn tersebut sedikit banyak dapat terpecahkan. Sebelum Anda mengaplikasikan salah satu trik dan alternatif berikut, terlebih dahulu Anda harus mengetahui tujuan dari Anda membuka website Facebook tersebut. Hanya untuk update status? Balas status orang lain? chatting? melihat dan/atau membaca pesan? add/approve teman? Jika semuanya iya, ituberarti Anda hanya menggunakan kurang dari 40% sumberdaya yang disediakan Facebook. Sayang sekali reource sebegitu besar hampir separuhnya tidak pernah digunakan atau tidak pernah disentuh sama sekali. tapi, setidaknya trik dan alternatif berikut dapat memberikan akses Anda kepada fasilitas yang kurang dari 40% tersebut.

Masihkah Menggunakan Software Bajakan?

Pertanyaan tersebut sering sekali dilontarkan kepada saya yang lagi getol-getolnya menggalakkan open source software dilingkungan kampus. Saya agak bingung juga untuk menjawabnya. Di satu sisi saya memang menggunakan sistem operasi open source keturunan Linux, Ubuntu 9.10. Jika sistem operasinya open source, sudah jelas semua aplikasinya pun open source. Dengan demikian, apakah sudah dikatakan tidak menggunakan software bajakan lagi? Kenyataannya, masih banyak file multimedia yang tersusun rapi didalamnya. File musik, file video, game dan lain sebagainya. Dan sudah tentu itu bukan file yang didapatkan dengan cara membayar.

Sering kali orang beranggapan apabila sudah menggunakan sistem operasi dan aplikasi open source, maka lepaslah ikatan mereka akan yang namanya bajakan. Padahal tidak terhitung berapa banyak file multimedia didalamnya, didapatkan secara cuma-cuma.