twitter
Tampilkan postingan dengan label blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blog. Tampilkan semua postingan

Microblogging

Tahun 2009, dunia internet memang diwarnai dengan layanan microblogging. Blog yang hanya mengijinkan penggunanya menulis 160 karakter untuk setiap post. Tanpa judul, tanpa keterangan dan lain sebagainya. Microblogging memang media untuk menyampaikan kejadian atau peristiwa yang terjadi pada saat itu. Salah satunya Twitter, microblogging dengan urutan teratas untuk saat ini.

Awalnya memang saya tidak begitu tertarik menggunakan layanan yang satu ini. Memang bagi saya tidak begitu bermanfaat untuk sekadar menyampaikan unek-unek. Apalagi beberapa waktu yang lalu (postingan teman saya), mayoritas isinya hanya berisi keluhan. Tidak ingin membaca dan mempelajari lebih lanjut mengenai layanan tersebut. Bagi saya, update status via Facebook saja sudah cukup.

Kembali Kesini

Artikel yang menyatakan kepindahan saya dari blog ini sudah dihapus. Akhirnya, saya memang balik kesini lagi dan menggunakan blog ini lagi, walaupun sudah beberapa kali pindah menggunakan engine blog lain seperti wordpress, snews, drupal dan lain sebagainya. Kalau tidak salah, hampir lima kali lebih pindah hosting. Itu artinya sudah lima kali pula saya ganti engine blog berbeda. Nah, bingung juga mau menggunakan yang mana lagi.

Sebenarnya, masalahnya bukan pada engine atau hosting yang digunakan. Tapi, masalah ada pada orang atau pemilik yang berada dibalik blog tersebut, entah hanya sekadar malas atau memang ada kegiatan lain yang menyita waktu. Sehingga kegiatan nge-blog ini sempet beberapa kali terbengkalai. Sayangnya, niat untuk melanjutkan menulis pada blog yang sama kadang hampir hilang. Malah muncul niatan untuk membuat yang baru, lebih bagus tentunya. Begitu seterusnya kejadian tersebut terulang beberapa kali. Sampai pada akhirnya terdampar ke blog yang ini lagi.