Tahun 2009, dunia internet memang diwarnai dengan layanan microblogging. Blog yang hanya mengijinkan penggunanya menulis 160 karakter untuk setiap post. Tanpa judul, tanpa keterangan dan lain sebagainya. Microblogging memang media untuk menyampaikan kejadian atau peristiwa yang terjadi pada saat itu. Salah satunya Twitter, microblogging dengan urutan teratas untuk saat ini.
Awalnya memang saya tidak begitu tertarik menggunakan layanan yang satu ini. Memang bagi saya tidak begitu bermanfaat untuk sekadar menyampaikan unek-unek. Apalagi beberapa waktu yang lalu (postingan teman saya), mayoritas isinya hanya berisi keluhan. Tidak ingin membaca dan mempelajari lebih lanjut mengenai layanan tersebut. Bagi saya, update status via Facebook saja sudah cukup.


